Selasa, 03 Mei 2016

Suratku untuk Kamu yang Kucinta


       "Jangan pernah mendekat, bila pada akhirnya hanya ingin menjauh"-

      Hujan membasahiku malam ini. Sama dengan  hatiku yang tengah dihujani air mata kehilangan saat ini. Aku tengah menelan rasa pilu ini sekali lagi. Sama. Rasanya sama persis dengan rasa pilu yang kualami saat itu. Aku terpaku di sudut kamarku. Mencoba mengingat segala kebahagiaan yang pernah kurasakan ketika bersamanya. Tapi aku gagal. Tak ada lagi getaran rasa cinta dan sayang yang dulu menghujami diriku. Tak ada rasa itu. Dan aku yakin rasa itu takkan pernah ada lagi.

      Senja. Senja selalu membawa kisah yang pahit. Yang tak ingin kurasakan tapi selalu datang menghampiri. Berulang kali bibirku berucap bahwa aku membencimu. Menginginkanmu untuk pergi jauh dari hidupku. Tapi semua hanyalah omong kosong. Aku tak sanggup. Kedua pasang mataku selalu mengarahkanku untuk memandangmu. Hatiku selalu membuka ketika mengingatmu yang selalu memberi percikan cinta dan kasih pada hidupku. Aku kalah. Aku kalah pada hatiku sendiri. Aku kalah pada rasa sayangku yang selalu mengalir deras untukmu. Aku kalah dijajah rasa rindu yang datang menghampiri. Aku kalah.. ya, aku kalah.

      Cinta, Kali ini aku tersadar dari tidur panjangku. Aku tersadar bahwa kamu dan cintamu takkan pernah untukku. Aku terlalu egois hingga selalu berfikir bahwa kau akan menyayangiku sebagaimana aku memperlakukanmu. Aku sadar. Kali ini aku sadar bahwa aku terlalu munafik untuk mengakui bahwa kau tak pernah mengharapkanku hadir dalam hidupmu. Hujan kali ini menyadarkanku dari lamunanku selama ini. Bahwa kebahagiaan yang aku rasakan ketika bersamamu adalah semu. Aku sadar saat ini bukanlah aku yang kau inginkan. Aku akan pergi, meninggalkanmu dan hidupmu. Tenanglah, aku tak akan pernah mengusikmu lagi sebagaimana kau yang selalu mengusik hidupku. Kejarlah kebahagiaanmu. Kebahagiaan yang kau inginkan. Kelak, apabila aku memang untukmu, aku akan kembali padamu. Namun, aku takkan memberimu hati seutuh saat ini. Mengapa? Karena aku sudah terlalu tahu bagaimana rasanya sakit hati hingga aku sudah tidak sanggup untuk mencintaimu sepenuh hati. Maafkan aku. Satu yang perlu kau tahu, aku tak yakin akan ada orang yang akan selalu di sampingmu di kala sedih maupun senang seperti aku. Tak akan ada orang yang rela kau buang begitu saja setelah kau bahagia. Tak akan ada. Jika kau sedih suatu hari nanti, ingatlah bahwa ada Tuhan yang selalu di sampingmu. Tak usah mencariku. Karena aku tak ingin merasakan sakitnya disia-siakan setelah kau kembali kepada kebahagiaanmu. Aku akan melakukan yang kau inginkan saat itu. Melupakanmu. Ya, aku akan melupakanmu. Melupakan semua tentang kita. Tak akan ada kita, tak akan ada rasa, dan tak akan ada cinta. Pergilah. Semoga kau mendapatkan orang yang lebih baik dari aku. Orang yang akan selalu berada di sampingmu. Semoga.


                                                                                                        Love,

                                                                                                        Dari Aku yang terlupakan.

Melepasmu


Terkadang, kita menyalahkan keadaan. Kita menyalahkan keadaan yang tak mengijinkan kita untuk bersama dia yang kau cinta. Tapi, sadarkah bahwa sesungguhnya ketika Tuhan mematahkan hati kita, sesungguhnya Tuhan telah menyiapkan seseorang yang lebih baik dan akan selalu siap menjagamu. Kapanpun dan dimanapun. Aku pernah jatuh dalam suatu cinta yang begitu dalam. Aku pernah mencintai seseorang dengan pengorbanan. Membiarkan apapun yang kumiliki berlalu begitu saja demi menyenangkan hatinya. Iya, menyenangkan hati dia yang amat kucintai.
Dalam hidup, mungkin kita memiliki lagu yang dapat melukiskan perasaan mu saat ini. Dan kini, lagu yang dapat melukiskan perasaanku ialah...

"Melepasmu"
Oleh:  Drive

Tak mungkin menyalahkan waktuTak mungkin menyalahkan keadaanKau datang di saat ku membutuhkanmuDari masalah hidupku bersamanya
Reff:Semakin ku menyayangimuSemakin ku harus melepasmu dari hidupkuTak ingin lukai hatimu lebih dari iniKita tak mungkin trus bersama
Suatu saat nanti kau 'kan dapatkanSeorang yang akan dampingi hidupmuBiarkan ini menjadi kenanganDua hati yang tak pernah menyatu
Back to Reff:
Maafkan aku yang biarkanmuMasuk ke dalam hidupku iniMaafkan aku yang harus melepasmuWalau ku tak ingin
Back to Reff:
Semakin terasa cintamuSemakin ku harus melepasmu dari hidupkuTak ingin lukai hatimu lebih dari iniKita tak mungkin trus bersama
I'll let you go 3x

Kamis, 18 Juni 2015

Hip Hip Hura Hura

Haihaaaai semuaa, aku mau cerita sedikit ya. Alhamdulillah, pada 9 Mei lalu, Allah memberikan hal terhebat dalam hidupku. Mau tau itu apa? Yap, alhamdulillah aku diterima di UGM melalui jalur SNMPTN. Aku diterima di Jurusan Teknologi Pangan, so? I'll be your future food technologist. Nah, sambil ngisi waktu kosong, aku mulai menulis cerita di rahayusvtrh.blogspot.com atau bisa aja tuh langsung di klik yang di tulisan "Pinky Pink's" okaaay? Judulnya Tangisku di Bawah Senja. Umm, semoga kalian suka yaa! Sekian duluu, bye! ^^

Jumat, 05 Juli 2013

Not Angka Lagu Bunda

Not Angka Lagu Bunda :)

3 4 5 3 4 5 3
1 2 3 1 2 3 1
7(rendah) 7(rendah) 7(rendah) 3 7(rendah) 2 2 1 7(rendah) 1
1 1 1 1 3 1 1 2 2

3 4 5 3 4 5 3
1 2 3 1 2 3 1
7(rendah) 7(rendah) 7(rendah) 3 7(rendah) 2 2 1 7(rendah) 1
1 1 1 1 1 7(rendah) 1

6(rendah) 7(rendah) 7(rendah) 2 1 2 3 4 3 2 3 4 3
6(rendah) 7(rendah) 7(rendah) 2 1 2 3 4 3 2 3 4 5

-- diulang dari atas lagi

3 4 5 3 4 5 3 4 5 3 4 5 6 6 6 6
7 1(tinggi) 2(tinggi) 2(tinggi) 2(tinggi) 1(tinggi) 7 1(tinggi)

Kamis, 04 Juli 2013

Bahasa Perancis Dasar

bonjour [bonzur] = Selamat pagi/siang atau halo

bonsoir [bonswa] = Selamat malam atau halo

je m'appele... [Zhe mapel] = Nama saya

je viens d... [Zhe viang de] = Asal saya dari

je vais tres bien [Zhe ve trei biang] = Saya sangat baik.

merci [mersi] = Terima kasih

oui = [wi] = iya

non [nong] = tidak

et vous [e vu] = anda?

vous [vu] = anda

et toi [e toa] = kamu? (secara langsung)

ça va [tsa va] = How are you doing?

bon, ben... [bong, beng] = well

au revoir [o revoa] = sampai jumpa

pardon [pardong] = maaf

j'habite a... [zhabit a] = alamat saya

j'habite jl... [zhabit] = alamat saya (jika alamat rumah memakai nama jalan)

à tous [a tu] = semua (all)

alors [alo] = so/jadi

comment tu t'appeles? [komong tu tapel] = nama kamu siapa?

moi [moa] = aku

c'est [ses] = ini (nama orang/benda)

qui est-ce? [ki es] = ini siapa

tu [tu] = kamu

sujet [suze] = subjek

comment? [komong] = how

où [u] = where

monsieur [mensyu] = sir

madame [madam] = mrs.

je vais aux toilettes [Zhe ve a toalet] = i have to go to bathroom

s'il vous plait? [sil vu ple] = please

tu viens du [tu viang du] = asal kamu darimana?

les pays [le peyi] = country

il [il] = dia laki-laki

elle [el] = dia perempuan

ville [vil] = kota tinggal

prénom [prenom] = nama depan

nom [nom] = nama (marga)

l'âge [lajz] = umur

joyeux anniversaire [zoaye zaniverse] = happy birthday/selamat ulang tahun

j'aime [zhem] = saya suka

compréhension orale [komprehensiong oral] = ujian mendengarkan

taxi Parisien [teksi parisiang] = taksi dijalan-jalan Paris

mademoiselle [metmozel] = nona

je vous présente [ze vu presont] = saya perkenalkan

Qu'est-ce que vous faites? [kes ke vu vet] = apa pekerjaan anda/apa yang sedang anda kerjakan?

Qu'est-ce qu'il fait? [kes kil ve] = apa pekerjaan dia (laki-laki)/apa yang sedang dia (laki-laki) kerjakan?

Vous habitez où / où habitez-vous? [vu abite u / u abite vu] = dimana anda tinggal?

Tu habites où / où habites-tu? [tu abit u / u abit tu] = dimana kamu tinggal?

ecrit [ekri] = tulis/menulis

lise [lis] = baca/membaca

regarde [rejat] = lihat/melihat

Kamis, 18 Oktober 2012

When The Summer Come -Story-


WHEN THE SUMMER COME...

Mungkin, aku bukanlah orang yang sempurna, tapi hanya satu yang aku inginkan, menjadi orang yang lebih baik.. Dan musim yang selalu menyemangati hidupku adalah musim panas (summer)… Musim ini lah yang slalu membangkitkan diriku yang rapuh, musim inilah yang membuatku percaya akan keajaiban tuhan.. Dan,, musim inilah yang membuatku yakin bahwa tuhan maha adil dan akan memberiku kebahagiaan yang sejati untuk hidupku, mimpiku dan diriku yang lemah ini..
Aku selalu belajar menjadi orang  yang lebih baik, walaupun aku tahu, aku takkan pernah bisa.. Tubuhku lemah tak berdaya.. Jiwa ku telah rapuh.. Dahulu, aku seorang gadis yang sangat senang berandai,, berandai akan sesuatu yang tak pasti.. Berandai bahwa tubuhku akan kembali.. Tubuhku akan  menjadi pemberani dan kokoh, jiwaku akan kuat dan tidak mudah rapuh.. Tapi semua itu sirna sejalannya waktu.. Aku telah malas untuk berandai lebih jauh lagi.. Dan ketika musim yang indah itu datang, aku menjadi ingin untuk berandai lagi.. Dan ketika musim itu pergi, harapanku pun sirna.. Kutahu, tuhan pasti akan mendengar doaku.. Tapi, apakah mungkin?? Apakah tuhan akan mengabulkan segalanya untukku?? Mungkin saja jawabannya tidak.. Mungkin tuhan sudah bosan mendengar doa – doaku..
Ketika kecil, aku adalah anak yang berani, anak yang kuat, anak yang selalu ingin untuk mewujudkan harapannya.. Tapi,, ketika aku menginjak usia 9 tahun, semua itu sirna.. Seakan – akan semua itu hilang terbawa angin.. Angin yang takkan kembali lagi.. Kisah ku pun dimulai..
“Niken,, cepat ganti bajumu!! Kita akan pergi berlibur..” ucap ibu dengan sabar.. “Iya bun, sebentar ya..” ucapku. “Iya Niken..”.. Namaku Aghnila Niken Saviqqa.. Cukup panggil aku dengan nama Niken atau Nika.. Kali ini aku libur kenaikan kelas 3.. Pastinya kelas 3 SD.. Rencananya, aku akan berlibur ke Australia.. Kini, aku harus menuju ke Airport ..
1 Minggu setelah pergi berlibur..
“Kak Tarra,, kita sudah di Indonesia tercinta… WELCOME INDONESIA!!” ucapku.. Ternyata, aku sudah dijemput.. Saat di jalan, tanteku ternyata mendapat sms dari temannya.. Tak disangka, dari arah berlawanan ada bis yang melintas dengan kencang.. “AAAA!!!” teriakku dan kakakku.. Tanteku yang kebingungan menjadi lepas kendali.. Dan,,, BRUKK!! AAA!! ,, Mobil yang aku tumpangi tertabrak bis.. Tanteku luka berat.. Kakakku meninggal seketika.. Dan Alhamdulillah aku selamat.. Hanya satu yang aku sayangkan.. Pita suara ku putus.. Dan akibat dari kecelakaan itu, aku sudah tidak dapat lagi berbicara..
7 Tahun telah berlalu..
Kisah itulah yang selalu terbayang olehku.. Aku selalu menangis apabila terbayang oleh kisah itu.. Kisah yang membuatku sangat tidak ingin kembali ke masa itu… Kini, aku kelas X.. Walaupun aku tak sempurna, tapi aku bersyukur aku memiliki teman yang mengerti akan keadaanku.. Saat ini, aku bersekolah di Australia. Aku mendapat beasiswa utuk bersekolah disana..  Aku sangat menyukai musim panas.. Entah mengapa, musim inilah yang membuatku bangkit dari segala kelemahan yang kumiliki.. Dan ketika musim itu datang, aku selalu bermimpi bahwa aku menjadi manusia sempurna.. Sempurna karena kebahagiaan..
Hari ini aku harus segera menuju ke sekolah. Kenapa?? Karena hari ini akan ada kompetisi basket. Aku tergabung di tim basket sekolah.. Aku bahagia karena masih banyak yang menerima kehadiranku disini.. Dan aku bahagia karena mereka memberikan kepercayaan pada ku meskipun aku tak sempurna..
Saat aku di ruang ganti, aku melihat seseorang yang amat sempurna bagiku.. Aku pun tak sadar bahwa aku terus memandangnya.. Dia keheranan namun setelah itu, ia memberikan senyum termanisnya.. Yapp.. Senyum yang amat indah.. Dia menyapaku, “Hai, nama kamu siapa?? Aku Gabriel, aku anak baru di sekolah ini dan di tim ini.. Kamu mau mengajariku kan??”. Aku hanya mengangguk.. Aku takut dia menghina ku karena kelemahanku ini.. “Oh iya,, nama kamu siapa tadi??” Aku tak tahu harus berbuat apa.. Aku hanya terdiam.. Sampai akhirnya.. “ Oh, nama dia itu Niken..” Aku hanya mengangguk dan tersenyum lega.. Ternyata Chika datang dan mengetahui bahwa aku sedang kebingungan.. “Ohh.. Nama kamu bagus.. Niken.. Bagus namanya.. Kalau kamu?” Dia menunjuk pada Chika.. “Nama ku Chika atau Syiqa..” Chika hanya tersenyum kecil.. “Oh.. Kalian berdua basket semua?” Aku dan Chika mengangguk.. Gabriel hanya tersenyum manis.. Oh no!

Kini kami semua siap untuk latihan.. Go Fight Win yaaa!! Teriak sahabatku, Mikka.. Aku hanya tersenyum dan mengangguk.. Kini kami sedang sibuk bertanding dengan teman kami sendiri.. So pasti lah ya.. Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 dan itu artinya, kami sudah harus pulang.. Bunda dan Papa sudah menunggu ku sedari tadi.. “Niken,, Bunda dan Papa kangen kamu nak..” Aku hanya tersenyum lebar dan penuh arti.. Senyum yang berarti Aku juga rindu kalian.. I miss you.. ,, Setelah itu aku segera memeluk kedua orang tuaku dan mencium mereka. Sejak kakak meninggal dunia, aku menjadi anak tunggal di rumah ini.. Tapi aku yakin Kak Tarra selalu ada bersama kami, meskipun hanya ada di dalam hati kami.. Good Bye kak Tarra.. Sebelum pulang, Gabriel menghampiriku, “Niken, emm, aku mau dong diajarin basket.. Terserah kamu deh waktu nya.. Gimana? Mau kan?? Iya ya.. iya? Iya?” Aku hanya mengangguk.. Dia lompat kegirangan.. Bunda ku pun bertanya,” Maaf, ini nak siapa ya?” “Oh maaf tante, nama saya Gabriel..” Gabriel pun langsung mencium tangan kedua orang tuaku.. “Ohh,, Kami pamit dulu ya??” “Oh iya tante.. Mari om,, bye bye Niken..” Dia tersenyum manis lagi pada ku.. Aku hanya tersenyum dan tertunduk.. Di perjalanan, bunda menanyaiku apakah aku suka dengan dia atau tidak. Dengan kertas yang bunda berikan, aku pun hanya menjawab TIDAK!!.. Yah meskipun ada sedikit celah di hati ku dan hanya mampu diisi oleh dia seorang. Back to my family.. Sesampainya di rumah aku cepat – cepat ke kamar dan merebahkan tubuhku di kasur.. Aku pun segera membuka buku diari ku dan menuliskan apa yang aku rasakan saat ini.. Because I feel,, I’m falling in love..

Setelah aku selesai menulis diari, aku segera menyimpannya dannn… “Niken,, ayo makan malam dulu.. Nanti lapar lho..” ucap bunda yang tiba – tiba datang ke kamar.. Aku hanya mengangguk.. Setelah makan aku langsung,,, TIDURR!!...
Hari ini musim panas telah dimulai.. Aku selalu terbayang apabila tubuhku lengkap dan sempurna, aku ingin sekali mengikuti Summer Camp.. Menurutku, itu pasti asyiikkk sekali.. Hari ini belum liburan.. Masih harus sekolah.. Saat tiba di sekolah, ada seseorang yang mencegatku di gerbang sekolah.. Dan pastinya…”Hai Niken, gimana tidurnya?? Mimpiin aku gak nih?? Oh ya gimana latihannya?? Kapan??” Aku pun hanya tersenyum, menggeleng, mengangkat bahu dan berfikir.. Dia memberiku pertanyaan yang sangat banyak.. Dan akhirnya, “Maaf kalau pertanyaan nya terlalu banyak.. Sebenarnya aku sudah tahu kalau kamu kecelakaan dan kamu nggak bisa berbicara..” Aku hanya menampilkan ekspresi terkejut.. “Aku tahu, kamu pasti herankan kok aku bisa tahu..” Aku hanya mengangguk.. “Aku tahu dari pelatih basket kita dan wali kelas kita..” Aku hanya tertunduk lemas.. “Tapi,, aku menerima keadaan kamu kok.. Aku tahu setiap orang punya kelebihan dan kekurangan.. Dan semua bidang kamu bisa dan seandainya kamu bisa bicara, kamu adalah orang yang sempurna.. Sempurna dalam dunia nyata dan sempurna dalam melengkapi hidupku.. Nanti kalau kamu nggak ada acara, aku mau ngajak kamu makan malam.. Mau kan??” Aku hanya mengangguk dan tersenyum senang..
Sore hari nya, aku segera mencari pakaian yang indah dan berdandan dengan amat cantik.. Pukul 07.00, Gabriel menjemputku dan mengajakku makan malam.. Begitu melihatku, dia berdecak kagum dan memandangiku terus menerus.. Lalu dia berkata, “How beautiful you are!” Aku hanya tersenyum lebar.. Setelah aku dan dia berpamitan dengan kedua orang tua ku, dia langsung menggenggam tangan ku dan menuntun ku.. Dia sesekali curi pandang ke arah ku.. Aku pun hanya tersenyum dan pipiku yang gembul ini menjadi merah merona.. Uhh,, so sweet.. Saat di restoran, aku hanya duduk dan diam.. Saat dia menanyakan aku akan memesan apa, aku hanya menunjuk dan dia berkata pada pelayan restoran tersebut.. Sambil menunggu pesanan, Gabriel menyatakan perasaannya, “Niken, dari awal kita bertemu, aku udah suka ama kamu.. Aku janji akan nerima kamu apa ada nya.. Dan..” Dia mengeluarkan sepasang cincin dan bunga mawar yang amat indah.. “Dan kamu mau nggak jadi pacarku??” Aku hanya terkejut dan pipiku langsung memerah.. “Aku serius Niken..” Aku hanya mengangguk dan dia langsung kegirangan dan saking kegirangan dia memelukku.. Aku hanya tersentak kaget.. Dia segera melepaskan pelukannya..
Sepulangnya, aku merasa sangat bahagia.. Terima kasih Tuhan, aku suka musim panas kali ini.. Karna penuh dengan kebahagiaan.. Kebahagiaan yang sejati.. I LOVE SUMMER!! Tuhan Kau maha Adil padaku.. Terima kasih .. Aku berjanji akan selalu bangkit dan menjadi lebih baik dan menjadi yang terbaik meskipun aku memiliki kekurangan.. Thanks God!! I love you all,, I love you Gabriel..
J TAMAT J


 *note: Nantikan edisi kedua cerita ini berjudul “When The Winter Come”